Membaca Tanda-Tanda

Oleh : Gt Arfen Yudanix*

Kalimat diatas jika dikorelasikan dengan respon mahasiswa terhadap lingkungan di ekonomi tentu menjadi hal yang menarik. Mahasiswa yang heterogen dengan cara pandang yang beda menjadi sebuah seni tersendiri.

Wajah-wajah yang apatis alias cuek bebek, Wajah yang teduh tetapi juga kosong sampai dengan wajah-wajah manja yang hanya dapat menerima sejengkal informasi yang menarik bagi dirinya sendiri dan tidak ketinggalan wajah-wajah berkeringat dengan menenteng proposal.

Ya, itulah keberagaman di lingkungan ekonomi. Sebuah sikap yang diambil untuk dapat memasuki ruang-ruang yang memberi sebuah urgensi tentang makna arti mahasiswa.
Baik dan buruk yang menjadi sebuah hasil akhir tentu tidaklah adil jika melihat ketidakaktifan mahasiswa dalam memenuhi ruang seminar maupun kajian-kajian ilmu yang dihadirkan oleh lembaga di ekonomi. Atau mungkin adanya label aktifis, mahasiswa biasa sampai mahasiswa berprestasi sebagai baju yang tersekat untuk melangkah diruang-ruang ekonomi.

Perlu dipahamkan juga bahwasanya kekita masa-masa SMA itulah sebuah tatanan awal dalam mengambil penyikapan hidup mulai diproses. Mahasiswa yang dulunya tak biasa berbicara, menyampaikan sebuah perbedaan sampai adanya unggah ungguh menganggap orang yang vokal adalah yang lebih baik tentu tidaklah salah tetapi tentu tidak semuanya benar.

Posisi mahasiswa yang unik, disatu sisi merupakan refleksi masa yang akan datang disisi lainnya adalah motor penggerak dalam mencari pengalaman-pengalaman baru terkait dengan ilmu yang didapatkannya secara luas yang nantinya akan disampaikan kepada masyarakat sebagai wujud pertanggungjawabannya sebagai seseorang yang dianggap mempunyai kemampuan yang lebih.

Saat ini, cara pandang hidup yang serba praktis adalah pelarian yang sangat menyenangkan bagi mahasiswa. Ketika terjadi suatu permasalahan selalu saja Si X yang memecahkannya, atau dengan kata lain tidak ada tanggung jawab secara moril (yang berarti juga pertanggungjawaban kepada bangsa dan negara) terhadap persoalan, tanpa sedikitpun berusaha untuk dapat memecahkan teka teki yang ada.
Mahasiswa haruslah merasa yakin dengan kemampuan dirinya dan tentu tidak ada yang tidak bermanfaat dalam kehidupan ini bukan.

* Ketua Departemen Humas BEM FE

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: